WONOGIRI – Sertifikasi halal dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Wonogiri. Selain memenuhi ketentuan regulasi, sertifikasi halal juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat Sosialisasi Pembentukan Ekosistem Halal di Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9) di Golden Resto Wonogiri.
“Sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, membuka akses ke pasar ritel modern hingga ekspor. Ini menjadi selling point dan keunggulan kompetitif bagi produk lokal,” ungkap Setyo.Menurutnya, penguatan ekosistem halal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah produk yang tersertifikasi halal, tetapi juga mendorong agar produk lokal yang telah memenuhi standar dapat memiliki akses pasar dan mampu bersaing secara lebih luas.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2021–2025, sebanyak 10.352 sertifikat halal telah diterbitkan bagi produk pelaku usaha di Kabupaten Wonogiri.
Capaian tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal. Pemerintah daerah juga mendorong pendampingan dan fasilitasi agar semakin banyak pelaku usaha, khususnya UMKM, mampu memenuhi persyaratan sertifikasi.
Setyo menilai, perkembangan gaya hidup halal secara global merupakan peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Wonogiri. Konsep halal saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga semakin erat dengan persepsi konsumen terhadap kualitas, keamanan, kebersihan, dan proses produksi suatu produk.
“Dengan peran serta semua pihak, saya meyakini sektor industri halal di wilayah Wonogiri akan berkembang pesat,” ujarnya.
Penguatan ekosistem halal juga menjadi bagian dari arah pembangunan Kabupaten Wonogiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengembangannya mencakup berbagai sektor, mulai dari UMKM, industri kecil dan menengah, pariwisata dan ekonomi kreatif ramah muslim, hingga inovasi pangan.
Melalui ekosistem halal yang semakin kuat, Pemkab Wonogiri berharap pelaku usaha tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
Dengan demikian, sertifikasi halal diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah label pada kemasan, melainkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas, kepercayaan konsumen, dan daya saing produk lokal Wonogiri di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka. (admin)
