WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana pengairan untuk mendukung produktivitas lahan pertanian, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Bersinergi dengan Gajah Mungkur Golf Club (GMGC) melalui program Charity GMGC, Pemkab Wonogiri menyalurkan bantuan pembangunan empat unit sumur bor senilai total Rp120 juta kepada kelompok tani di empat kecamatan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam acara penyerahan bantuan sosial yang berlangsung di Ruang Khayangan, Kompleks Setda Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/9).
Empat unit sumur bor tersebut masing-masing dialokasikan untuk kelompok tani di Kecamatan Baturetno, Girimarto, Eromoko, dan Wuryantoro, dengan nilai bantuan sebesar Rp30 juta untuk setiap unit.
Bupati Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta kontribusi nyata Charity GMGC dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Wonogiri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pertanian adalah urat nadi perekonomian kita. Sektor ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tempat bergantungnya mata pencaharian sebagian besar warga perdesaan sekaligus penyangga utama ketahanan pangan nasional. Kehadiran sumur bor ini akan berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas hasil panen petani kita,” ujarnya.
Bupati menegaskan, dukungan dari berbagai pihak tersebut sejalan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam memperkuat infrastruktur pengairan pertanian.
Saat ini, Pemkab Wonogiri tengah mengakselerasi program pembangunan 1.000 sumur pantek/sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air dan rawan terdampak kekeringan.
Hingga saat ini, akumulasi sumur bor yang telah beroperasi di Kabupaten Wonogiri telah mencapai sekitar 200 unit. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperluas akses pengairan bagi lahan pertanian sekaligus memberikan kepastian kepada petani dalam menjalankan aktivitas budidaya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, dunia usaha, kelompok tani, serta masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak.
“Tersedianya sarana irigasi yang baik adalah harapan baru bagi petani kita agar bisa memanen padi dengan tenang tanpa dihantui rasa cemas akan kekeringan. Mari kita selalu bahu-membahu membangun Wonogiri yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, demi mewujudkan swasembada pangan yang abadi,” pungkasnya. (admin)
