WONOGIRI – Semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong mewarnai puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri melalui kegiatan senam bersama dan makan bakso gratis yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Jumat (8/5).
Sebanyak 5.000 porsi bakso dibagikan secara gratis kepada peserta dan masyarakat umum dalam kegiatan bertajuk “Stronger Together for Bakso Wonogiri, Bakso Wonogiri Mendunia”. Ribuan warga tampak antusias mengikuti senam bersama sebelum menikmati hidangan bakso yang menjadi salah satu ikon kuliner masyarakat Wonogiri.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat membuka acara menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha bakso asal Wonogiri yang telah berkontribusi memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha bakso dan mie ayam yang selama ini menjadi identitas masyarakat Wonogiri di berbagai daerah.
“Kita dorong para pengusaha bakso Wonogiri terus bermunculan terutama dari generasi muda, untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat dan mampu bersinergi dengan dunia pariwisata,” ujar Setyo Sukarno.
Lebih dari sekadar perayaan, puncak Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri juga menjadi momentum berbagi dan peduli kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, PMI Kabupaten Wonogiri menyerahkan bantuan sosial untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan sumur bor bagi sektor pertanian.
Sebanyak delapan unit RTLH menerima bantuan masing-masing sebesar Rp15 juta, sementara empat kelompok penerima memperoleh bantuan pembangunan sumur bor atau sumur pantek untuk irigasi pertanian senilai Rp30 juta per unit.
Bupati Wonogiri menyampaikan penghargaan kepada PMI Kabupaten Wonogiri yang turut mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada PMI Kabupaten Wonogiri yang pada kesempatan ini ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas RTLH dan bantuan sumur bor untuk irigasi pertanian,” katanya.
Acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkayno serta jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri tersebut menjadi gambaran nyata implementasi tema Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, yakni “Manunggal Sedya”. Tema tersebut mengandung makna persatuan tekad seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Melalui semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan makan bakso bersama serta penyaluran bantuan RTLH dan sumur bor, Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas masyarakat dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah yang lebih baik. (Admin)
