WONOGIRI – Semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (19/5). Mengusung tema “Manunggal Sedyo”, peringatan tahun ini menjadi simbol kuat tekad bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun Wonogiri menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa nilai kebersamaan yang diwariskan oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa harus terus dijaga dan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Peringatan Hari Jadi ke-285 harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan historis. Usia panjang Wonogiri menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat menghadapi kompleksitas tantangan daerah ke depan,” kata Setyo Sukarno dalam sambutannya.
Nuansa budaya Jawa yang kental menyelimuti jalannya resepsi. Ratusan tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat hadir mengenakan pakaian adat Jawa, menciptakan suasana yang sarat nilai tradisi dan kearifan lokal. Momentum peringatan usia hampir tiga abad tersebut tidak hanya menjadi seremoni budaya, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan dan arah pembangunan Wonogiri di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.
Menurut Setyo Sukarno, tema “Manunggal Sedyo” mengandung makna penting tentang persatuan tekad seluruh masyarakat dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang dirumuskan dalam konsep Sapta Cita Wonogiri.
Program tersebut mencakup pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia berbasis teknologi dan inovasi.
“Kita semua Manunggal Sedyo, bersatu untuk memberikan yang terbaik kepada segenap masyarakat. Ini menjadi persembahan untuk Wonogiri sebagai rumah besar yang kita cintai,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri FX Pranata menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 berlangsung selama 40 hari sejak April hingga Mei 2026. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut antara lain bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), job fair, layanan kesehatan gratis, napak tilas perjuangan Pangeran Sambernyawa, hingga berbagai program penguatan daerah tangguh bencana.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat berdiri sendiri. Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui sinergi dan gotong royong seluruh komponen pemerintah dan masyarakat,” ujar FX Pranata.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Wonogiri yang menunjukkan tren positif. Di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
“Pertumbuhan ekonomi kami laporkan pada tahun 2024 berada di kisaran 4,97 persen dan pada tahun 2025 mencapai 5,67 persen,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Kabupaten Wonogiri juga berhasil mempertahankan predikat A untuk Indeks Reformasi Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadi indikator semakin baiknya tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Wonogiri.
Melalui tema “Manunggal Sedyo”, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap semangat persatuan yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang daerah ini dapat terus tumbuh dan menjadi energi kolektif dalam mewujudkan Wonogiri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Amin)
