WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan atlet pelajar secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak prestasi olahraga di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat melepas kontingen Kabupaten Wonogiri yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) SD/SMP/SMA/SMK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (1/9/2026).
Kontingen Wonogiri yang berlaga di Kota Semarang pada 1–6 September 2026 terdiri atas 206 atlet serta 53 pelatih dan official. Mereka akan bertanding pada sejumlah cabang olahraga dengan membawa target prestasi yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri, Haryanto, menyampaikan kontingen Wonogiri menargetkan dua medali emas, masing-masing dari cabang olahraga judo dan bola voli pasir putra.
Selain itu, Wonogiri menargetkan enam medali perak dari cabang judo, pencak silat, wushu, dan bola voli pasir. Sementara target 15 medali perunggu diharapkan dapat diraih dari cabang atletik, bulu tangkis, panahan, renang, taekwondo, tenis lapangan, wushu, dan tenis meja.
Bupati Setyo Sukarno mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi olahraga tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar jumlah medali. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman, motivasi, sekaligus membangun mental bertanding para atlet pelajar.
“Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, Pemerintah Kabupaten Wonogiri tetap berusaha bagaimana kita untuk selalu mengikuti kompetisi olahraga, baik tingkat regional maupun nasional, dalam rangka memberikan motivasi,” kata Setyo.
Menurutnya, pengalaman mengikuti POPDA maupun kompetisi olahraga lainnya akan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan sekaligus memotivasi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ia mendorong para atlet agar tidak hanya menjadikan POPDA sebagai ajang pertandingan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, mengukur kemampuan, dan membangun pengalaman menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Prestasi yang kita dapatkan ini akan menjadi cerita-cerita yang tidak akan terputus ketika nanti Anda berprestasi di kejuaraan ini,” ujarnya.
Setyo menegaskan, lahirnya atlet berprestasi membutuhkan proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet, tetapi diperlukan keterlibatan orang tua, pelatih, pembina, sekolah, pemerintah, serta pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan olahraga.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang selama ini memberikan dukungan kepada putra-putrinya. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat dan motivasi atlet selama menjalani proses latihan maupun kompetisi. (admin)
