Wonogiri-Bupati Wonogiri Setyo Sukarno melakukan groundbreaking pembangunan kembali Pasar Slogohimo, Senin (24/8/2026). Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan pasar yang diharapkan dapat segera menghidupkan kembali aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat Slogohimo serta wilayah sekitarnya.
Groundbreaking dilakukan Bupati Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono. Pembangunan kembali Pasar Slogohimo menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Wonogiri memulihkan fasilitas perdagangan setelah pasar tersebut mengalami kebakaran besar.
Pasar Slogohimo memiliki peran strategis bagi masyarakat. Selain menjadi pusat transaksi perdagangan, pasar tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi ratusan pedagang dan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Slogohimo dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, pembangunan Pasar Slogohimo didukung anggaran sekitar Rp17 miliar. Pendanaan berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp10 miliar dan APBD Kabupaten Wonogiri sekitar Rp7,017 miliar.
“Namun nilai kontrak dengan pihak ketiga sebesar Rp14,4 miliar lebih,” jelas Wahyu.
Pasar yang dibangun nantinya akan menyediakan 597 unit los dan 92 unit kios. Secara keseluruhan terdapat 689 unit tempat usaha yang disiapkan untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.
Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 148 hari, atau pada akhir Desember 2026. Jika seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, para pedagang diharapkan dapat kembali menempati pasar pada sekitar Januari 2027.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pembangunan kembali Pasar Slogohimo merupakan langkah pemerintah untuk mengembalikan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Menurut Bupati, pembangunan pasar tidak boleh hanya mengejar target penyelesaian, tetapi harus memastikan kualitas bangunan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditentukan.
“Jangan sembrono karena proyek ini dipantau banyak pihak, baik masyarakat, anggota dewan maupun jajaran Kejaksaan Wonogiri,” tegas Setyo.
Bupati meminta pihak kontraktor menjalankan pekerjaan secara baik, jujur dan profesional. Setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Wonogiri tidak akan menerima pekerjaan apabila ditemukan bagian bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Kalau ada yang tidak sesuai spesifikasi, jangan harap kami menerima. Kalau tidak sesuai, kami minta dibongkar dan diperbaiki,” tegasnya.
Setyo menambahkan, kualitas pembangunan menjadi hal penting karena Pasar Slogohimo nantinya akan digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Pemerintah tidak ingin pembangunan yang menggunakan anggaran publik tersebut justru menimbulkan persoalan akibat kualitas pekerjaan yang tidak sesuai.
Bupati berharap pembangunan dapat berjalan lancar, selesai sesuai target, serta menghasilkan pasar yang lebih representatif dan mampu mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan kembali Pasar Slogohimo, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap para pedagang segera mendapatkan tempat usaha yang layak dan masyarakat dapat kembali menikmati keberadaan pasar sebagai pusat perdagangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Pembangunan Pasar Slogohimo juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Wonogiri untuk menghadirkan sarana perdagangan yang aman, nyaman, tertata dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. (admin)
