WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda sebagai upaya membangun demokrasi yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMK Pancasila 1 Wonogiri, Kamis (16/7), dengan menghadirkan narasumber dari KPU Kabupaten Wonogiri dan Bawaslu Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi aktif pada Pemilihan Umum Tahun 2029. Menurutnya, para pelajar sebagai calon pemilih pemula perlu memiliki pemahaman politik yang baik, sehingga mampu menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdasarkan hati nurani.
“Kalian adalah generasi yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029. Jangan sampai apatis terhadap pemilu, karena satu suara dapat menentukan arah pembangunan bangsa. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, namun persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga sebagaimana nilai yang terkandung dalam Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia,” ujar Bupati.
Setyo Sukarno menegaskan, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan pemilu setiap lima tahun sekali. Lebih dari itu, demokrasi merupakan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan, mengawasi kebijakan publik, serta memberikan masukan demi kemajuan daerah dan bangsa.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendorong pendidikan politik yang berkelanjutan, khususnya bagi pemilih pemula, perempuan, dan penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap informasi politik yang benar dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi.
“Kami terus mendorong pendidikan politik yang berkelanjutan, khususnya bagi pemilih pemula, perempuan, dan penyandang disabilitas. Selain itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan ruang dialog yang aman, terbuka, serta bebas dari hoaks, intimidasi, dan politisasi SARA. Sekaligus memperkuat sinergi dengan partai politik agar dana bantuan keuangan dari APBD dimanfaatkan secara optimal untuk pendidikan politik masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari partai politik, penyelenggara pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga kalangan pelajar untuk bersama-sama membangun budaya politik yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat. Semangat persatuan dan gotong royong harus tetap menjadi landasan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap para pemilih pemula memiliki bekal pengetahuan yang memadai mengenai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bijaksana. Dengan meningkatnya kesadaran politik generasi muda, diharapkan kualitas demokrasi di Kabupaten Wonogiri maupun Indonesia akan semakin kuat dan mampu melahirkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
