WONOGIRI – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan atas komitmen dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penganugerahan Desa Nyawiji Migunani Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (15/7/2026), dan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa kerja keras aparatur pemerintah hingga tingkat desa telah membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pelayanan adminduk yang proaktif dan jemput bola hingga pelosok dusun, dokumen kependudukan kini menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai hak dasar.
“Sepotong KTP elektronik, selembar Kartu Keluarga, secarik Akta Kelahiran, atau Kartu Identitas Anak bukanlah sekadar kertas dan plastik. Dokumen-dokumen itu adalah kunci keadilan dan gerbang kesejahteraan. Tanpa KTP, warga tidak bisa mengakses layanan kesehatan melalui BPJS. Tanpa KK, mereka tidak akan terdata sebagai penerima bantuan sosial yang tepat sasaran. Tanpa Akta Kelahiran, seorang anak bisa kehilangan haknya untuk bersekolah dan memperoleh perlindungan hukum,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, melalui program Desa Nyawiji Migunani yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri, pelayanan adminduk semakin menjangkau kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil. Dampaknya, masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, pendidikan, hingga perlindungan hukum.
Keberhasilan tersebut tercermin dari capaian Kabupaten Wonogiri yang berhasil mencapai 100 persen perekaman KTP elektronik, 100 persen kepemilikan Akta Kelahiran usia 0–18 tahun, serta 100 persen kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah mencapai 57,73 persen, jauh melampaui target nasional sebesar 30 persen.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan penghargaan kepada Top 15 Kecamatan Terbaik dan Top 30 Desa/Kelurahan Terbaik atas dedikasi mereka dalam mewujudkan pelayanan adminduk yang cepat, akurat, dan berkualitas.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh camat, kepala desa, lurah, beserta jajarannya yang bekerja tanpa mengenal waktu untuk memastikan setiap warga memperoleh hak administrasi kependudukan secara tepat.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Masyarakat telah menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada Anda sekalian. Jangan pernah mengkhianati kepercayaan itu. Pelayanan terbaik yang telah diberikan jangan sampai menurun setelah menerima penghargaan ini. Jadikan penghargaan ini sebagai cambuk untuk terus berinovasi dan menjadi teladan bagi daerah lain. Jadilah kecamatan dan desa yang menjadi tujuan belajar, tempat berbagi praktik baik dalam pelayanan administrasi kependudukan. Tularkan semangat ini, karena tertib administrasi kependudukan adalah pangkal dari ketertiban pembangunan,” tegasnya.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga meluncurkan inovasi digital terbaru TELUNJUK SAKTI MPP Nyawiji sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital. Melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan secara mandiri, mulai dari konsultasi permasalahan adminduk, pelacakan status permohonan dokumen, hingga layanan legalisir digital tanpa harus mengantre di kantor pelayanan.
Peluncuran TELUNJUK SAKTI MPP Nyawiji menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan modern, sekaligus memperkuat transformasi birokrasi menuju pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
