Wonogiri – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, membuka secara resmi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Wonogiri di Alun-Alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Minggu (28/6). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu, anak, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, FX Pranata menyampaikan apresiasi atas dedikasi para bidan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendampingi ibu hamil, persalinan, kesehatan bayi, hingga edukasi kesehatan keluarga.
Ia berharap peringatan HUT IBI ke-75 yang diisi dengan berbagai kegiatan mampu semakin memperkokoh kelembagaan IBI Kabupaten Wonogiri, mempererat solidaritas antaranggota, sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah masyarakat sebagai wadah profesi bidan yang profesional, kompeten, dan berdedikasi.
“Kami berharap IBI Kabupaten Wonogiri terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar FX Pranata.
Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini terdapat 726 bidan yang bertugas di berbagai wilayah Kabupaten Wonogiri, baik di fasilitas kesehatan milik pemerintah, swasta, maupun klinik bersalin. Meski jumlah tersebut tergolong besar, Sekda menilai kebutuhan pelayanan kesehatan masih perlu terus diperkuat mengingat Kabupaten Wonogiri memiliki jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, dengan sekitar separuhnya merupakan perempuan.
Karena itu, Sekda mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, semangat pengabdian para bidan menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Wonogiri, yaitu Wonogiri Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Pembangunan Berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, FX Pranata juga memberikan apresiasi kepada IBI Kabupaten Wonogiri yang turut mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Program yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah ini bertujuan meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan sejak dini.
Menurut Sekda, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Oleh karena itu, ia menilai keterlibatan para bidan sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar membiasakan diri memeriksakan kesehatan sebelum mengalami sakit.
“Upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat. Peran bidan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan demikian, kualitas kesehatan masyarakat Wonogiri akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Admin)
