WONOGIRI– Sejak era 1990-an, wajah kota Wonogiri tampak stagnan, baik dari sisi infrastruktur, gedung dan taman. Kondisi ini berubah sejak era Bupati Joko Sutopo dan membuat program penataan wajah kota Wonogiri sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Meskipun Kota Wonogiri memiliki kendala lahan terbatas dan kontur tanah berbukit, hal ini tidak menjadi penghalang dalam menciptakan keindahan kota kecil yang layak dibanggakan. Sejak awal masa kepemimpinannya, Bupati Joko Sutopo berkomitmen melakukan revitalisasi berbagai fasilitas publik, menciptakan ruang-ruang terbuka hijau, dan membangun infrastruktur yang mendukung perekonomian masyarakat.
Revitalisasi Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri pada 2016 menjadi tonggak perubahan. Dengan anggaran yang memadai, wajah alun-alun diubah menjadi ruang publik yang modern dan nyaman. Proses revitalisasi ini kembali dilanjutkan pada akhir tahun 2024 untuk menyempurnakan fungsi dan tampilannya.
Kini, Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri menjadi pusat aktivitas masyarakat Wonogiri. Di sore hari, suasana di sekitar alun-alun begitu hidup dengan keramaian anak-anak, remaja, hingga orang tua yang menikmati kenyamanan kota. Pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan momen ini turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di level bawah.
Setelah sukses dengan revitalisasi alun-alun, penataan kota berlanjut dengan pembangunan taman-taman kota. Salah satu yang pertama adalah revitalisasi Taman Kota Ponten pada tahun 2017. Taman ini kembali diperbarui pada akhir tahun 2024 untuk memperindah tampilan dan meningkatkan fungsinya.
Dengan ornamen utama air mancur dan patung Kethek Ogleng, taman kecil ini menjadi daya tarik baru di tengah Kota Wonogiri. Penataan wajah kota juga mencakup revitalisasi Taman Eko Daya Wilaga yang sudah berumur lebih dari 30 tahun.
Taman ini kini memiliki jalan lingkar dengan patung Sang Proklamator, Ir. Soekarno di tengah bundaran, menjadikannya ikon baru Kota Wonogiri sekaligus membantu mengatur lalu lintas di sekitar kota.
Selanjutnya adalah sport tourism center Pringgodani yang jadi ikon olahraga baru. Gebrakan Joko Sutopo sukses membuat Stadion Pringgondani kini tampil megah dengan berbagai fasilitas modern.
Rumput lapangannya telah memenuhi standar PSSI, dilengkapi ruang atlet, jalur running track, jogging track, skate park, serta area permainan anak. Selain itu, area food court yang menyediakan aneka menu kekinian menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Kini, Stadion Pringgodani tidak hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, tetapi juga menjadi taman rekreasi yang nyaman untuk masyarakat. Dengan suasana yang indah dan fasilitas lengkap, area ini menjadi tempat ideal untuk melepas penat bersama keluarga.
Berbagai upaya penataan wajah Kota Wonogiri telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kota kecil ini tidak hanya semakin indah dan nyaman, tetapi juga lebih fungsional sebagai pusat aktivitas masyarakat. Ruang publik yang diperbarui telah menciptakan suasana yang hidup, mendukung interaksi sosial, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bupati Joko Sutopo membuktikan bahwa dengan perencanaan matang dan kerja sama berbagai pihak, keterbatasan bukanlah halangan untuk menciptakan perubahan. Transformasi wajah Kota Wonogiri menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Kota Wonogiri kini telah menjadi kebanggaan yang layak diperhitungkan di tengah kemajuan daerah-daerah lain di Indonesia.
Joko Sutopo mengatakan revitalisasi atau langkah mempercantik ruang publik di area kota harus dimaknai sebagai konsep pembangunan Wonogiri. Wonogiri adalah wilayah yang mayoritasnya adalah pedesaan.
“Maka di era saya, pembangunan diawali di wilayah pinggiran, pedesaan. Bagaimana kita membangun aksesbilitas, ruang-ruang publik. Puskesmas dan yang lain kita awali dari wilayah pedesaan,” ujar dia Rabu (18/12/2024).
Semua itu sudah masuk dalam basis perencanaan, proses pembangunan akhirnya masuk di wilayah perkotaan. Ruang publik seperti Alun-alun Giri Krida Bakti, taman-tamab kota hingga Stadion Pringgodani akhirnya dipercantik.
“Ke depan akan kita percantik,” kata pria yang akrab disapa Jekek itu.
Itu adalah langkah untuk membangun optimisme keoada publik terhadap akuntabilitas tata kelola pemerintahan yang dipertanggungjawabkan dengan kebijakan yang berkelanjutan. Dimana standar minimal dan prioritas terpenuhi.
“Tujuannya memberikan peluang produktivitas masyarakat semakin meningkat karena akses publik terbangun drngan baik,” papar Jekek.
Nantinya, perwakilan PKL di sekitar alun-alun dan Pringgodani bakal diundang Pemkab. Itu untuk membahas kapan mereka bisa kembali dan memperkuat komitmen mereka untuk ikut menjaga ruang publik itu. (Admin)
