Wonogiri-Bupati Wonogiri Joko Sutopo borong dua penghargaan dalam ajang Innovation Government Award (IGA) 2023 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Piala tersebut kategori Kabupaten Terinovatif dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Indeks Inovasi Daerah Tertinggi Regional II (Regional Jawa). Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (12/12).
Penghargaan ini merupakan keempat kalinya yang diterima Wonogiri dalam kurun waktu dari tahun 2020–2023. Ada dua inovasi nondigital dan digital dari Wonogiri yang diikutsertakan dalam ajang IGA 2023 ini. Yakni Rumanis Datang Si Kumis Hilang (Rumah Layak Huni Aman Nyaman Indah dan Sehat Datang, Kawasan Kumuh Miskin Hilang) dan Sistem Seleksi Mahasiswa/Pemuda Berprestasi (Simapres).
Bupati Wonogiri menyampaikan bahwa Rumah Tidak Layak Huni di kabupaten Wonogiri menjadi salah satu prioritas karena jumlahnya sangat besar sekaligus merupakan simbol tingginya angka kemiskinan. Jekek, sapaan akrabnya, menambahkan anggaran APBD Wonogiri sangat terbatas untuk menangani RTLH. Oleh karena itu, Pemkab bersinergi dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah desa, provinsi, pusat, dan CSR agar program peningkatan kualitas RTLH ini bisa rampung 100%.
“Tahun 2019, RTLH di Kabupaten Wonogiri berjumlah 25.002 unit. Dan berdasarkan arahan beliau bapak bupati, kami melalukan berbagai intervensi program dengan target tuntas nol RTLH pada tahun 2024,” jelas Joko Sutopo.
Dari 25.002 unit RTLH yang terdata pada tahun 2019, Pemkab Wonogiri telah berhasil memberi bantuan pembangunan dan renovasi RTLH sebanyak 19.399 unit sampai dengan tahun 2022. Di akhir tahun 2022, menyisakan 5.603 unit RTLH yang belum menerima bantuan. Di tahun 2023 ini, Pemkab Wonogiri tak lelah berkolaborasi dengan seluruh stakeholder mengintervensi penyaluran bantuan bagi 2.015 unit RTLH.
“Data kami tahun ini, tersisa 3.588 unit RTLH yang akan kami intervensi di tahun 2024. Tahun 2024 kami targetkan tuntas penanganan menjadi nol RTLH di Kabupaten Wonogiri,” ungkap Joko Sutopo.
Sedangkan terkait dengan Program Si Mapres, Bupati Wongiri Joko Sutopo menjelaskan bahwa program ini merupakan sebuah kerangka besar dalam menaikkan angka Indeks Pembangunan Manusia di kabupaten Wonogiri yang diinisiasi pada tahun 2016.
“Ada banyak problem, kendala dan dinamika karena mengenalkan sebuah program baru pada sebuah kondisi yang belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga ada upaya-upaya perbaikan sistem yang pada akhirnya berkolaborasi dengan para penerima program. Di awali dengan digitalisasi sistem penerimaan mahasiswa berprestasi mulai tahun 2021, “terang Joko Sutopo.
Dari data yang ada bahwa tahun 2016 hingga 2023, Pemkab Wonogiri telah mengalokasikan anggaran beasiswa dengan total nilai Rp44.998.531.182 bagi 3.576 mahasiswa/pemuda berprestasi.
“Tahun 2023 ini, kami membuka kesempatan bagi 818 mahasiswa/pemuda berprestasi anggaran senilai total Rp10.003.995.500. Mereka tidak semata-mata menerima beasiswa dalam bentuk uang tunai untuk biaya kuliah, tetapi harus memberi kontribusi dan manfaat bagi Pemkab Wonogiri. Hal ini kami rumuskan dalam program Imapres Mitra OPD dan Masyarakat,” tutur Jekek sapaan akrab Bupati Wonogiri.
Imapres mitra OPD dan Masyarakat adalah bentuk kontribusi Ikatan Mahasiswa/Pemuda Berprestasi untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah antara lain verifikasi dan validasi DTKS, PMKS, dan PSKS bekerja sama dengan Dinas Sosial, fasilitasi pelayanan penerbitan nomor ijin berusaha (NIB) bekerja sama dengan Dinas PMPTSP, serta menjadi relawan vaksinasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Selain itu, Imapres juga menjadi mitra desa dalam bidang pengembangan literasi pendidikan, literasi digital, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, layanan kesehatan, posyandu, dan rembug stunting tingkat desa.
Dengan dijalankannya program Rumanis dan Simapres secara berkelanjutan, di tahun 2022, IPM Kabupaten Wonogiri mengalami peningkatan menyentuh angka 71.04 dan kemiskinan turun menjadi 10.99 persen.
IGA bertujuan untuk memberikan penghargaan dan pengakuan kepada pemerintah daerah yang berhasil dalam menerapkan inovasi dalam berbagai aspek pemerintahan. Kedua penghargaan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk mendorong kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan Wonogiri yang Maju, Mandiri, Sejahtera dengan Semangat Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri.
(admin)
