Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Kementrian Agama Wonogiri menggelar acara Sarasehan Dialog Kebangsaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (1/11).
Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Santri ke-7 tahun 2022. Sarasehan dihadiri Wakil Bupati Wonogiri dan jajaran Forkopimda serta 275 peserta dari berbagai undangan meliputi ustadz dan ustadzah, guru, pengasuh pondok pesantren, perwakilan penghulu serta perwakilan santri dari pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Wonogiri.
Sarasehan yang mengusung tema “Peran Santri Dalam Pembangunan dan Peradaban Bangsa” menghadirkan 3 narasumber yakni Setyo Sukarno selaku Wakil Bupati Kabupaten Wonogiri, Dr. H. Amir Mahmud, M.Ag selaku Dosen Universitas NU Surakarta, dan H. Musta’in Ahmad, S.H, M.H selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Kepala kantor Kementerian Agama Wonogiri H. Anif Solikhin, S.Ag, MSI mengungkapkan tujuan dari sarasehan ini adalah untuk meneguhkan dan menggelorakan kembali perjuangan santri dalam membangun peradaban bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, dalam paparannya Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menegaskan pentingnya menerapkan 4 pilar kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika.
“Tujuan 4 pilar kebangsaan adalah pemilihan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan, ini untuk mengingatkan kembali pada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan mengacu pada tujuan negara yang dicita-citakan serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera.” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wabup Setyo Sukarno juga mengungkapkan apresiasinya atas berlangsungnya sarasehan dialog kebangsaan untuk memperingati Hari Santri di Kabupaten Wonogiri. Ia berharap peringatan tersebut tidak akan berhenti di tahun ini, tetapi juga akan di gelar pada tahun-tahun berikutnya. (admin/lola/ersya_magprok2022).
