Wonogiri — Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersiap melakukan langkah efisiensi dan penyesuaian anggaran setelah dipastikan bahwa pendapatan dari Transfer ke Daerah (TKD) yang bersumber dari APBN ke APBD Wonogiri tahun 2026 mengalami penurunan signifikan hingga ratusan miliar rupiah.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa kondisi ini akan berpengaruh terhadap pelaksanaan sejumlah program pembangunan di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, langkah yang ditempuh pemerintah daerah adalah menyesuaikan kegiatan dan melakukan efisiensi secara menyeluruh, termasuk dalam pembangunan sarana dan prasarana publik.
“Jika memang pembangunan dirasa kurang, hal itu juga karena minimnya anggaran yang dimiliki akibat penyusutan TKD. Masyarakat kita harapkan bisa memahaminya,” ujar Bupati Setyo Sukarno usai menggelar Sosialisasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (20/10).
Meski menghadapi penurunan anggaran, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Wonogiri tidak akan menaikkan pajak maupun retribusi daerah. Pemerintah, kata dia, lebih memilih melakukan penyesuaian belanja dan menjaga agar beban masyarakat tidak bertambah.

Setyo juga menegaskan bahwa kondisi penurunan TKD ini bukan hanya dialami Kabupaten Wonogiri, tetapi juga terjadi di seluruh kabupaten dan kota lain di Indonesia. “Ini yang harus kita sampaikan ke masyarakat. Kita kedepankan transparansi dengan menjelaskan postur keuangan kita. Bahwa kemampuan fiskal kita tidak seimbang dengan tuntutan masyarakat,” imbuhnya.
Bupati turut menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur, terutama jalan yang banyak disoroti melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami aspirasi tersebut, namun keterbatasan fiskal menjadi kendala utama. “Kalau kita punya kemampuannya, tentunya hal yang dapat membantu kita dalam memperbaiki infrastruktur,” ujarnya.
Kendati APBD 2026 mengalami penurunan tajam, sejumlah program prioritas Pemkab Wonogiri akan tetap dipertahankan. Salah satunya adalah program Seribu Sumur Pantek, yang dianggap penting untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Wonogiri juga akan melakukan sosialisasi kepada para kepala desa mengenai kondisi keuangan daerah, mengingat penurunan TKD turut berdampak pada berkurangnya dana desa tahun mendatang.
