Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan pelatihan sistem pembayaran non tunai melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pedagang di Pasar Kota Wonogiri, Rabu (25/9).
Dalam kesempatan tersebut, BI bersama Pemkab Wonogiri menyerahkan 150 unit QRIS soundbox kepada para pedagang sekitar Pasar Wonogiri yang hadir. Alat QRIS soundbox tersebut berfungsi memudahkan penerimaan pembayaran non tunai. Setiap kali ada pembeli yang melakukan transaksi, soundbox akan mengeluarkan suara notifikasi sesuai nominal yang ditransfer, sehingga pedagang dapat langsung mengetahui jumlah uang yang masuk tanpa harus mengecek telepon genggam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa penerapan QRIS merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus menyiapkan masyarakat untuk memasuki era transaksi digital.
“Saya lihat alat ini praktis, jadi bisa langsung kelihatan nominal sekaligus terdengar bunyinya. Tidak perlu repot cek HP. Pembayaran non tunai akan menjadi kebiasaan generasi berikutnya. Kita harus menyiapkan fasilitas agar nanti anak-anak kita dan masyarakat secara keseluruhan semakin mudah bertransaksi. Yang paling penting juga adalah faktor keamanannya,” ujar Pranata.

Dorong Perputaran Uang di Pasar
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap transaksi antara pedagang dan pembeli di pasar dapat berlangsung lebih lancar, efisien, dan aman. Dengan tersedianya fasilitas QRIS yang didukung soundbox, pedagang tidak hanya lebih mudah dalam melayani pembayaran, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen dalam berbelanja.
Selain itu, penggunaan sistem pembayaran non tunai dinilai mampu mempercepat perputaran uang di pasar. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Wonogiri untuk menggerakkan perekonomian daerah, terutama di sektor perdagangan rakyat yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.
Bagian dari Transformasi Digital
Kerja sama dengan Bank Indonesia ini juga merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mempercepat transformasi digital, khususnya dalam sektor keuangan. Kehadiran QRIS di pasar tradisional diharapkan dapat memperluas inklusivitas keuangan dan mendorong masyarakat terbiasa dengan pola transaksi modern.
Bagi pedagang, sistem ini menghadirkan banyak manfaat. selain lebih aman karena mengurangi risiko uang palsu atau kehilangan uang tunai, QRIS juga memudahkan pencatatan transaksi harian. Sementara bagi pembeli, pembayaran non tunai memberikan kenyamanan karena bisa dilakukan hanya dengan satu kali pemindaian kode QR.
Komitmen Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya unutk terus mendukung program digitalisasi, baik di sektor pemerintahan maupun ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi salah satu bentuk sinergi untuk mewujudkan pasar yang lebih modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya.
“Dengan QRIS, kita tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memberi peluang bagi pedagang untuk naik kelas. Semoga pasar-pasar di Wonogiri bisa menjadi contoh bagaimana digitalisasi membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Sekda Wonogiri.
