Wonogiri — Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui berbagai program dan kegiatan nyata di lapangan. Salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan panen raya jagung serentak kuartal III tahun 2025 yang dipusatkan di lahan jagung Dusun Ngledok, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Sabtu (27/9).
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir mendampingi, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, serta Asisten Manager Pengadaan Perum Bulog Kacab Surakarta, M. Betha Endi Nur Rahman.
Dalam laporannya, Bupati menyampaikan bahwa panen raya jagung kali ini dilaksanakan secara serentak di 24 titik yang tersebar di 12 kecamatan wilayah Kabupaten Wonogiri. Total luas lahan yang dipanen mencapai 32,04 hektare, dengan hasil produksi yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung, sekaligus mendukung kesejahteraan petani.
Di Dusun Ngledok, lokasi utama kegiatan, panen dilakukan di lahan milik salah satu petani setempat, Catur Meilinanto, dengan luas sekitar 0,4 hektare. Dari lahan tersebut diperoleh hasil panen mencapai 1,6 ton jagung. Panen dilakukan secara simbolis oleh Bupati bersama Forkopimda, disaksikan oleh masyarakat dan kelompok tani setempat.
Pada kesempatan yang sama, jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Forkopimda juga menyerahkan bantuan berupa pupuk, bibit jagung, dan alat pertanian kepada Kelompok Tani Ngudi Mulyo. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang kegiatan produksi pertanian masyarakat sekaligus meringankan biaya operasional petani.
Selain kegiatan panen, Perum Bulog turut melakukan pengukuran kadar air jagung di lokasi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hasil panen agar sesuai dengan standar penyimpanan dan distribusi yang baik.

Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa pertanian, khususnya komoditas jagung, menjadi salah satu sektor yang strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan, baik dari sisi kebijakan, pendampingan, maupun bantuan sarana prasarana.
“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kami produksi jagung di Wonogiri dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat luas. Pertanian harus kita perkuat, karena ini adalah tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga mengapresiasi kerja keras para petani yang selama ini terus berupaya meningkatkan produktivitas meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan hingga perubahan iklim. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan senantiasa hadir mendampingi petani dengan berbagai program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Pelaksanaan panen raya jagung serentak ini tidak hanya menjadi momentum perayaan hasil kerja keras petani, namun juga sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan. Dengan dukungan semua pihak, Kabupaten Wonogiri diharapkan mampu menjadi salah satu sentra penghasil jagung yang berdaya saing dan berkelanjutan.
