Wonogiri – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wonogiri terus menunjukkan potensi besar sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonogiri, hingga saat ini tercatat sebanyak 59.529 UMKM di 25 kecamatan telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Jumlah tersebut mencerminkan luasnya cakupan dan keberagaman UMKM di Wonogiri yang tersebar di berbagai wilayah serta bergerak dalam beragam jenis usaha.
“Cakupan yang sangat luas ini tentu membutuhkan perhatian, bimbingan, dan dukungan agar UMKM kita mampu tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, SH, saat membuka acara peringatan Hari UMKM Internasional yang dirangkaikan dengan HUT ke-79 Bank BNI, Sabtu (12/7/2025), di Stadion Pringgodani, Wonogiri.
Bazar UMKM dan Edukasi Keuangan
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, digelar Bazar UMKM yang berlangsung selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Juli 2025. Kegiatan ini menampilkan beragam produk unggulan lokal dari pelaku UMKM Wonogiri, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk olahan pertanian.
Bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi bagi para pelaku usaha, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan inklusi keuangan, terutama melalui kehadiran sektor perbankan seperti Bank BNI yang turut memberikan layanan informasi dan pendampingan keuangan kepada UMKM.
Sinergi Semua Pihak untuk Kemajuan UMKM
Wakil Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, perbankan, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM yang lebih sehat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era digital.
“Momentum Hari UMKM dan perayaan HUT BNI ini kita jadikan ajang untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha. UMKM harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Imron.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan menempatkan UMKM sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan ekonomi daerah.
