Wonogiri-Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Polres Wonogiri berkolaborasi mewujudkan irigasi perpompaan di Dusun/Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79., Selasa (17/6). Peresmian sumur pompa tersebut dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, Kajari Wonogiri Porman Patuan Radot, ketua DPRD Wonogiri Sriyono dan para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri. “Kita bangun sinergitas Forkopimda, semua bersama demi Wonogiri. Program irigasi perpompaan itu merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” kata Bupati.
Bupati menambahkan bahwa realisasi 250 unit sumur pantek dari target 1000 unit serta 5 unit irigasi perpompaan yang telah berjalan menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani. “Dengan adanya sumur pompa tersebut, lahan pertanian bisa menikmati panen hingga tiga kali dalam satu tahun.”
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Wonogiri Baroto Eko Pujanto menambahkan ada lima irigasi perpompaan yang dibangun di Kabupaten Wonogiri tahun ini. Kelimanya dibangun di wilayah Desa Gedong (Kecamatan Ngadirojo), Desa Saradan (Kecamatan Baturetno), Desa Gunungan (Kecamatan Manyaran), Desa Gedawung (Kecamatan Kismantoro) dan Desa Purwosari (Kecamatan Wonogiri). Program irigasi perpompaan itu menggunakan dana APBN dengan nilai total mencapai Rp 153 juta.
Pemkab Wonogiri juga memrogramkan Seribu Sumur Pantek, di mana tahun ini ada 250 sumur pantek yang dibangun. Harapannya, fungsi lahan bisa maksimal dan menikmati tiga kali panen dalam setahun.
Di sisi lain, pemerintah pusat dan Pemkab Wonogiri juga membagikan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk percepatan tanam 2025. Bantuan Alsintan terdiri atas 12 traktor roda dua, 2 traktor roda empat, 4 combine harvester, dan 5 irigasi perpompaan. (Admin)
