WONOGIRI_Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar Rapat Percepatan Penurunan Stunting Melalui Ketahanan Keluarga, Selasa (19/04). Rapat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri tersebut dipimpin oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dan dihadiri berbagai unsur baik dari Kementerian Agama, OPD, seluruh camat dan kepala KUA, Bappeda Litbang, penggerak PKK, mahasiswa yang tergabung dalam IMAPRES, serta Forum Anak Kabupaten Wonogiri.
Diselenggarakannya Rakor tersebut, menurut Wakil Bupati Setyo Sukarno menunjukkan menguatnya kesadaran akan pentingnya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri.
“Pertemuan ini menjadi satu hal yang strategis untuk menguatkan kesadaran bahwa percepatan penurunan stunting merupakan suatu proses kolektif yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Joko Sutopo menekankan percepatan penanganan stunting bukan lagi berkaitan dengan masalah kewenangan, melainkan sudah menjadi sebuah visi kemanusian yang harus segara dicapai karena stunting dapat mempengaruhi kehidupan balita di masa yang akan datang.
“Ini bukan masalah kewenangan, ini sudah menjadi visi kemanusiaan karena jika lahir dalam kondisi stunting, maka mohon maaf, menurut paramedis, anak akan tumbuh dalam kualifikasi stunting, pertumbuhan dan intelektualnya tidak normal, ringkih [lemah], dan kalau sudah dewasa bisa terkena diabetes.” ujar Bupati.
Untuk menjalankan visi tersebut, Bupati berharap agar kebijakan terkait percepatan penanganan stunting dapat dipenuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat secara sungguh-sungguh. Adapun kebijakan tersebut menyangkut salah satu syarat menikah yang mewajibkan para calon pengantin untuk menunjukkan bukti sehat yang dikeluarkan oleh otoritas paramedis di tingkat puskesmas.
“Mohon dengan sangat, kebijakan yang nanti disepakati antara Kantor Kementrian Agama dengan Kantor Pemda Kabupaten Wonogiri agar bisa dipenuhi.” imbuhnya.
Stunting sendiri merupakan sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita yang ditandai dengan lambatnya pertumbuhan fisik akibat rendahnya asupan gizi. Data hasil penimbangan serentak yang diadakan pada Agustus 2021 lalu di Kabupaten Wonogiri menunjukkan dari total 38.268 balita, 12,85% atau 4.917 diantaranya mengalami kondisi stunting dengan status pendek dan sangat pendek. Hal tersebut membuat Pemkab Wonogiri terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting agar mampu mencapai target zero stunting di tahun 2024. (Admin/Nuri Adhi/Magprog2022)
