WONOGIRI_Melalui Rapat Koordinasi Persiapan Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1443 H / 2022 di Kabupaten Wonogiri yang diselenggarakan pada Senin (18/4) di Ruang Khayangan, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para stakeholder yang meliputi Dinas KUKM dan Perindag, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, jajaran TNI, dan Kepolisian menjamin kelancaran, keselamatan, serta keamanan perayaan Idul Fitri 1443 H melalui serangkaian upaya persiapan.
Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menegaskan persiapan yang telah dilakukan jajarannya sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Langkah persiapan yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan Kabupaten Wonogiri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh komponen masyarakat yang akan menyambut hari lebaran yang akan datang.” katanya.
Untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat euphoria para perantau yang sebelumnya tidak diperbolehkan mudik selama 2 (dua) tahun berturut-turut, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan (Dinas KUKM dan Perindag) Kabupaten Wonogiri, Pemkab mengambil langkah untuk mengajukan penambahan kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Seperti disampaikan Kepala Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, penambahan kuota JBT dan JBKP yang diajukan kepada BPH Migas sebesar 20% untuk masing-masing jenis BBM tersebut. Selain adanya penambahan kuota BBM, Wahyu Widayati juga mengungkapkan bahwa kuota gas Elpiji 3 Kg juga mengalami peningkatan kuota dari yang sebelumnya 8.909.000 tabung pada tahun 2021 menjadi 9.309.000 tabung pada tahun ini. Atau dengan kata lain, kuota Elpiji 3 Kg mengalami kenaikan sebesar 4,5%.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Wonogiri, Waluyo, mengungkapkan bahwa untuk menjaga kelancaran, kenyamanan, dan keamanan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran, truk-truk tambang dan mobil barang dengan berat lebih dari 14 Ton tidak diperbolehkan untuk beroperasi di jalan tol maupun jalan nasional. Sementara untuk mendukung penyelenggaraan Idul Fitri tahun ini, Dinas Perhubungan telah menyiapkan berbagai jenis angkutan umum yang dapat menunjang dan mempermudah mobilitas masyarakat, seperti angkutan AKAP sebanyak 39 unit, angkutan AKDP sebanyak 81 unit, angkutan pedesaan 138 unit, angkutan kota 85 unit, kereta api 1 unit, dan kapal serta speed boat sebanyak 30 unit.
Kesiapan fasilitas kesehatan, juga dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dengan menggenjot pemberian vaksin booster. DKK memfokuskan perhatiannya pada peningkatan jumlah lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi booster serta pencapaian target vaksinasi booster 30%.
“Yang menjadi perhatian kita adalah cakupan dari jumlah lansia yang sudah divaksin dosis ke-3. Saat ini, jumlah lansia yang sudah divaksin dosis ke-3 berada di angka 23,72%.” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Wonogiri, Sriyanto.
Target booster bagi lansia ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan pemudik yang pada umumnya akan melakukan sungkem kepada para lansia saat momen lebaran. Dikhawatirkan, apabila para lansia tidak dibentengi dengan vaksinasi booster, mereka akan lebih mudah tertular virus yang mungkin dibawa oleh para pemudik. Sriyono juga menambahkan, untuk mencapai target vaksinasi booster 30% ini, masih ada 86.808 orang yang harus divaksin. (Admin/Nuri Adhi/Magprok2022)
