WONOGIRI_Rabu (23/03) Sebanyak 110 ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dilantik dan melakukan pengambilan sumpah/janji jabatan. Ke-110 ASN tersebut menempati jabatan baru yang terdiri dari 7 pimpinan tinggi pratama (Eselon II), 46 jabatan administrator (Eselon III), 52 jabatan pengawas (IV), 3 jabatan fungsional kesehatan dan 2 jabatan fungsional analis kepegawaian. Pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Wonogiri dan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri, Plt. Kepala BKD Kabupaten Wonogiri, Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Wonogiri, serta beberapa Kepala OPD terkait.
Terkait dengan pelantikan pejabat tersebut Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menegaskan bahwa dalam acara pengambilan sumpah tersebut ada tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
“Saya sebagai otoritas tertinggi di Kabupaten punya kewenangan seluas-luasnya untuk menata, mengatur memberikan reward dan bahkan punishment pada SDM di lingkungan Pemkab Wonogiri. Kami mencoba mengaktualisasi dalam sebuah metodologi. Suka dan tidak suka hari ini masuk era reformasi dan revolusi industri. Masyarakat hadir mengontrol dengan media sosial, daya kritis, serta kontrol kerja pemerintahan. Kami berharap momentum pelantikan ini harus dimaknai sebuah ikhtiar kita bersama, ada kekurangan, ada tanggung jawab yang harus diselesaikan atas tanggung jawab jabatan yang kami berikan,” ungkapnya.
Bupati menambahkan bahwa kondisi Wonogiri sekarang ini secara statistik memprihatinkan, utamanya kemiskinan. Angka kemiskinan di Wonogiri naik selama dua tahun sejak pandemik. Ditambahkan bahwa 2 tahun lalu target angka kemiskinan dari 13 persen ke 10 persen bisa dilampaui. Dengan adanya pandemik, kemiskinan di Wonogiri merangkak naik di angka 11.55 persen. Bupati berharap barisan pejabat baru ini memperteguh komitmen untuk memberikan perubahan di Kabupaten Wonogiri.
”Tantangan mengenai Visi Wonogiri menuju satu digit angka kemiskinan merupakan target kita kedepannya. Maka dari itu dengan potensi yang dimiliki, perlu kontribusi dengan pemikiran yang strategis tidak ada ego pribadi maupun ego kedinasan maka semuanya harus menuju satu titik yang sama, yaitu mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Wonogiri.”
Ia berharap pejabat yang baru dilantik bisa memberikan kontribusi dalam program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wongiri, dengan mengacu IKU (Indeks Kinerja Utama) dari pribadi antar pribadi sebagai acuan indikator untuk melakukan monitoring terhadap kinerja pejabat yang baru diberi amanah. (Admin/Tri Ardianti/Magprok2022)
