Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri menggelar Sosialisasi Revitalisasi Peran dan Fungsi Komite Sekolah Menuju Pendidikan Gratis Bebas Pungutan Liar. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri, Forkopimda serta diikuti 200 peserta dari UPT Disdik Kecamatan se Kabupaten Wonogiri serta Perwakilan Komite Sekolah SD,SMP dan SLTA.
Pada Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (21/3), para peserta memperoleh pemahaman materi terkait Pembangunan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri, Sapu Bersih Pungli, serta temuan kasus bidang pendidkan dari pakar di bidangnya.

“kami ingin mewujudkan pendidikan gratis yang bebas dari pungutan liar ,”ungkap Sriyono Ketua Dewan Pedidikan Kabupate Wonogiri.
Sektor pendidikan memang menjadi satu dari lima fokus prioritas pembangunan di Kabupaten Wonogiri, yaitu mewujudkan misi pendidikan gratis. Namun di lapangan masih sering terdengar keluhan orangtua terkait beberapa pungutan yang dilakukan sekolah. Melalui kegiatan ini Sriyono berharap dapat memantapkan koordinasi antara komite Sekolah, Dewan Pendidikan dan pemerintah untuk mewujudkan misi tersebut.
Sementara itu Bupati Wonogiri Joko Sutopo juga mengungkapkan terdapat banyak permasalahan di bidang bidang pendidikan. Ada kesenjangan antara mereka yang tinggal di desa maupun di kota. Tetapi dalam pendidikan siswa tetap dibebani tanggungjawab yang sama.

“persoalan pendidikan harus dicarikan solusi, bagaimana pemerintah dengan kewenangannya berkomitmen mewujudkan pendidikan gratis yang berbasis kesetaraan dan tanpa diskriminasi.”ungkapnya.
Untuk mewujudkan pendidikan yang berbasis kesetaraan, bebas dari pungutan-pungutan liar, Ia berharap ada upaya dari dinas terkait untuk meginventarisasi potensi pendidikan, belajar dari kota/kabupaten di Soloraya yang telah menerapkan sistem tersebut. Sehingga ada pembanding bagi penerapannya kelak di Kabupaten Wonogiri. Rencananya program tersebut akan direalisasikan di Tahun 2018, dengan alokasi anggaran 35-40 milyar.
