Wonogiri – Di bulan Ramadhan 1447 Hijriah, gabungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri melakukan pengecekan komoditas Bahan Pokok Penting (Bapokting) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (25/2). Sidak diawali dari Pasar Kota Wonogiri yang dilakukan oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, jajaran TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Bulog, Bank Indonesia, serta OPD terkait. Sidak juga dilakukan ke pusat perbelanjaan, pertokoan, agen gas LPG dan gudang beras Bulog. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok selama bulan suci hingga Idul Fitri.
“Harapannya, tidak ada kelangkaan barang dan kendala distribusi. Stok bahan pokok cukup, distribusi lancar dan harga tekendali. Sekaligus juga terjauhkan dari praktik penimbunan yang berdampak pada terjadinya kelangkaan komoditas, dan berpotensi memunculkan gejolak,” terang Bupati.
Dari hasil pemantauan di pasar, ketersediaan komoditas yang dijajakan pedagang berada dalam jumlah cukup, tidak terjadi kelangkaan. Baik itu komoditas beras, gula pasir, minyak goring, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai dan kebutuhan pokok lainnya, tersedia dalam jumlah cukup.
Beberapa komoditas hortikultura terpantau mengalami fluktuasi harga. Tapi ada sebagian yang harganya naik dalam batas wajar. Cabai merah besar keriting, dilaporkan mengalami penurunan dari Rp 38 ribu menjadi Rp 26 ribu/Kg. Cabai rawit merah turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp 75 ribu/Kg.
Bupati dan Forkopimda yang melakukan pengecekan, tidak menemukan indikasi praktik penimbunan barang dan kelangkaan komoditas. “Sejauh ini distribusi pasokan komoditas lancar. Baik itu pasokan dari pihak produsen maupun dari agen, tidak mengalami kendala,” kata Bupati.
Saat mendatangi Gudang Bulog di Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, mendapatkan laporan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersedia sebanyak 1.346.179,5 Kg dan jagung sebanyak 466.750 Kg. Distribusi beras SPHP berjalan sesuai mekanisme, dan siap digelontorkan jika terjadi lonjakan harga. Kualitas penyimpanan dan kondisi komoditas dinyatakan baik serta layak konsumsi.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) adalah program beras murah berkualitas baik, yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar bagi masyarakat. Yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dari SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Kartika Dharma di Kecamatan Ngadirojo. dilaporkan, stok gas Elpiji atau LPG subsidi tabung 3 Kg dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk stok dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1447 H (2026 M) mendatang. Harga di tingkat pangkalan, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu per tabung.
