WONOGIRI_ Bupati Wonogiri melakukan pelantikan bersama pengurus DPD (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) PPNI Wonogiri periode 2022-2027 dan pengurus cabang (Ikatan Bidan Indonesia) IBI Wonogiri periode 2018-2023 Rabu (23/2). Pelantikan berlangsung di Pendopo Kantor Dinas Bupati Wonogiri dan dihadiri oleh Ketua Dewan pengurus Wilayah PPNI Jawa Tengah, Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri dan beberapa perwakilan OPD di Kabupaten Wonogiri.

Pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jawa Tengah Kurnia Yuliastuti, S.Kep, M.Kep. mengatakan bahwa fungsi PPNI adalah mengayomi, memberikan rasa aman dan nyaman serta saling menguatkan antar anggota. Dia menyebutkan saat ini terdapat 7000 perawat honorer dan 5000 bidan Honorer di Jawa Tengah yang belum memiliki status Kepegawaian dan berharap adanya formasi PPPK dapat menjadi peluang bagi para honorer untuk mendapatkan status tersebut.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah Hj.Sumarsih, SST ,MH mengungkapkan keberadaan Undang-Undang Kebidanan yang telah disahkan pada tanggal 13 maret 2019, mensyaratkan praktik mandiri bidan harus berpendidikan profesi. “ Jumlah praktik mandiri bidan di Wonogiri ada 141 bidan honorer. Sehingga pada tahun 2026 harus berpendidikan profesi.” ujarnya. Senada dengan pernyataan Ketua Pengurus PPNI Daerah, Sumarsih juga berharap para tenaga Kesehatan dan bidan honorer tersebut dapat diangkat sebagai PPPK.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya mengapresiasi pelantikan pengurus DPD PPNI dan IBI Wonogiri. Ia juga menyoroti berbagai persoalan Kesehatan di Wonogiri seperti HIV / AIDS, penyebaran Covid 19, kematian Ibu dan anak, serta stunting. Bupati berharap kepengurusan ini dapat mencermati persoalan tersebut dan menekan angka selanjutnya. “Ada empat komitmen yang kami catat untuk mengakselerasi profesi kesehatan, yaitu penyakit HIV/ AIDS harus ditekan karena penularannya cukup tinggi, kemudian menekan angka tingkat kematian ibu dan bayi, penanganan pandemi Covid yang kasusnya semakin naik, serta penurunan pada zero stunting”. Ujar Bupati.
Bupati optimis dengan kepengurusan yang baru ini PPNI dan IBI mampu menjalankan komitmen dan tanggungjawab baru dalam mengatasi persoalan Kesehatan di Kabupaten Wonogiri.
(Admin/Adham Helian W/Okki/Deva/Jumarta/MAGPROK 2022).
