Pendidikan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan mampu bersaing di era global. Dengan pemahaman ini, Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Jekek menetapkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Salah satu langkah nyata dari komitmen ini adalah peluncuran kebijakan pendidikan dasar gratis bagi anak usia sekolah di Wonogiri.
Pada sebuah sarasehan sambang kecamatan di akhir Desember 2017, Jekek mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di Wonogiri saat itu. Dia menyoroti bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya menjalankan amanat konstitusi yang menjamin pendidikan tanpa diskriminasi. “Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pendidikan untuk semua, baik si kaya maupun si miskin. Semua warga negara berhak mendapatkan akses pendidikan di republik ini,” tegasnya.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa hingga tahun 2017, Wonogiri menjadi satu-satunya daerah di Eks Karesidenan Surakarta yang belum menerapkan pendidikan dasar gratis. Menyadari tanggung jawab ini, Bupati Jekek berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan tersebut demi memberikan keadilan dalam pendidikan.
Komitmen ini refleksi dari pengalaman pribadi Bupati Jekek, yang pernah merasakan sulitnya mengenyam pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa program pendidikan dasar gratis bagi jenjang SD dan SMP merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu. Di Wonogiri, tercatat masih ada sekitar 100.000 keluarga miskin yang menghadapi tantangan berat dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
Peluncuran Program Pendidikan Dasar Gratis
Pada tahun ajaran 2018/2019, Pemkab Wonogiri secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dasar Gratis. Bupati Jekek menekankan bahwa kebijakan tersebut adalah upaya untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Ditegaskan pentingnya pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun bangsa yang tangguh.
“Namun pilar seperti apa yang kita butuhkan? Kita membutuhkan pendidikan yang mampu mencetak generasi berkualitas, generasi yang religius sekaligus nasionalis. Ini adalah tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” kata Jekek dalam sambutan peluncuran Program Pendidikan Dasar Gratis di Wonogiri.
Program ini menjadi bagian dari Panca Program andalan Bupati Jekek, dengan sistem yang dirancang untuk lebih baik dibandingkan kabupaten lain. Pendidikan dasar gratis di Wonogiri tidak hanya memastikan akses pendidikan untuk semua, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas memadai, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penerapan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kebijakan ini sejalan dengan amanat Pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. Dengan program ini Pemkab Wonogiri berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kompetitif, dan siap berkontribusi di tingkat lokal maupun nasional.
Program pendidikan dasar gratis di Kabupaten Wonogiri adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Dengan langkah ini, Bupati Jekek membuktikan bahwa keadilan di bidang pendidikan bukanlah mimpi namun sebuah kenyataan yang dapat diwujudkan dengan kerja keras dan semangat yang tulus.
BOSDA dan Seragam Gratis: Memperkuat Implementasi Pendidikan Gratis
Dalam melaksanakan kebijakan pendidikan gratis, Pemkab Wonogiri melaksanakan dua kegiatan utama yaitu Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan Pemberian Seragam Sekolah Gratis.
- Program BOSDA, Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
BOSDA hadir sebagai pendamping BOS Reguler untuk memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan. Adapun alokasi BOSDA adalah sebagai berikut:
– SD/MI yang jumlah siswanya lebih dari 150 mendapatkan dana BOSDA sebesar Rp 152.000 per siswa per tahun.
– SD/MI yang jumlah siswanya kurang dari 150 mendapatkan dana BOSDA sebesar Rp 187.000 per siswa per tahun.
– SMP/MTs yang jumlah siswanya lebih dari 150 mendapatkan dana BOSDA sebesar Rp 204.000 per siswa per tahun.
– SMP/MTs yang jumlah siswanya kurang dari 150 mendapatkan dana BOSDA sebesar Rp 304.000 per siswa per tahun.
– Siswa SD/MI dan SMP/MTs dengan jumlah kurang dari 60 siswa tetap dihitung seolah memiliki 60 siswa.
Program ini mengalami penguatan pada tahun 2021, dengan penyesuaian anggaran yang diarahkan untuk memberikan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) non-PNS, sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga bertujuan untuk memotivasi mereka dalam memberikan pendidikan berkualitas. Dengan guru yang lebih sejahtera, kualitas pengajaran diharapkan akan semakin meningkat.
Alokasi Anggaran BOSDA Jenjang SD/MI
| NO | TAHUN | SISWA | ANGGARAN |
| 1 | 2020 | 71.231 | 10.827.112.000 |
| 2 | 2021 | 70.380 | 13.355.259.667 |
| 3 | 2022 | 68.606 | 12.598.802.000 |
| 4 | 2023 | 67.341 | 12.250.047.000 |
| 5 | 2024 | 66.569 | 12.260.577.000 |
| JUMLAH | 344.127 | 61.291.797.667 | |
Alokasi Anggaran BOSD Jenjang SMP/MTs
| NO | TAHUN | SISWA | ANGGARAN
(Rp) |
| 1 | 2020 | 36.912 | 11.221.248.000 |
| 2 | 2021 | 38.409 | 8.340.750.732 |
| 3 | 2022 | 38.721 | 8.340.104.000 |
| 4 | 2023 | 38.424 | 8.234.096.000 |
| 5 | 2024 | 38.204 | 8.177.384.000 |
| Jumlah | 190.670 | 33.103.555.980 | |
- Seragam Sekolah Gratis: Meringankan Beban Ekonomi dan Memupuk Kesetaraan
Sejak tahun ajaran 2020/2021, Pemkab Wonogiri memberikan tiga stel seragam sekolah gratis kepada siswa baru kelas 1 SD/MI dan kelas VII SMP/MTs. Seragam yang diberikan untuk SD/MI meliputi seragam merah putih, batik putih, dan seragam pramuka. SMP/MTs meliputi seragam biru putih, batik putih, dan seragam pramuka. Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan rasa kesetaraan dan kebersamaan di kalangan siswa. Dengan seragam yang sama, siswa diharapkan dapat lebih fokus pada pembelajaran tanpa khawatir tentang perbedaan status sosial.
Anggaran Seragam Sekolah Gratis Jenjang SD/MI
| NO | TAHUN | SISWA | ANGGARAN |
| 1 | 2020 | 9.939 | 3.701.990.453 |
| 2 | 2021 | 9.370 | 3.373.200.000 |
| 3 | 2022 | 9.836 | 3.546.960.000 |
| 4 | 2023 | 10.497 | 3.903.690.000 |
| 5 | 2024 | 10.199 | 3.939.000.000 |
| JUMLAH | 344.127 | 61.291.797.667 | |
Anggaran Seragam Sekolah Gratis Jenjang SMP/MTs
| NO | TAHUN | SISWA | ANGGARAN |
| 1 | 2020 | 12.614 | 5.326.462.645 |
| 2 | 2021 | 12.512 | 5.479.004.800 |
| 3 | 2022 | 12.585 | 5.510.971.500 |
| 4 | 2023 | 12.548 | 5.494.769.200 |
| 5 | 2024 | 12.548 | 5.494.769.200 |
| TOTAL | 62.807 | 76.305.977.345 | |
Alokasi dan Realisasi Anggaran Pendidikan Gratis
TA 2018 s.d. 2024
| NO. | TAHUN | ANGGARAN (Rp.) | REALISASI (Rp.) |
| 1. | 2018 | 12.379.928.000 | 11.240.177.460 |
| 2. | 2019 | 22.584.320.000 | 22.317.933.193 |
| 3. | 2020 | 31.336.063.000 | 30.548.806.711 |
| 4. | 2021 | 30.891.950.265 | 30.093.593.822 |
| 5. | 2022 | 30.484.151.910 | 29.761.633.081 |
| 6. | 2023 | 30.692.949.710 | 30.411.301.856 |
| 7. | 2024 | 30.577.637.710 | – |
| JUMLAH | 188.947.000.595 | 154.373.446.123 | |
Inovasi MyBOSDA: Meningkatkan Efisiensi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pendidikan
Untuk memastikan pengelolaan BOSDA berjalan dengan transparan dan efisien, Pemkab Wonogiri meluncurkan aplikasi MyBOSDA. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi pengelolaan dana operasional sekolah dengan lebih baik, mengurangi proses manual, serta meminimalkan risiko kesalahan. Melalui digitalisasi, proses pengajuan dana, pelaporan, dan audit dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Keberhasilan aplikasi MyBOSDA ini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2023, Pemkab Wonogiri memperoleh penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek untuk kategori Transformasi Anggaran dan Regulasi. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi MyBOSDA tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan dana BOSDA di tingkat sekolah, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian kebijakan pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Inovasi aplikasi MyBOSDA juga mendukung kebijakan nasional Merdeka Belajar yang diusung oleh Kemendikbudristek. Dengan mengurangi beban administrasi dan birokrasi, MyBOSDA memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Fleksibilitas dalam pengelolaan dana memungkinkan sekolah-sekolah di Kabupaten Wonogiri untuk menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan spesifik mereka, sesuai dengan semangat kebijakan Merdeka Belajar.
Keberhasilan Wonogiri dalam menerapkan Merdeka Belajar dan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel melalui MyBOSDA menjadikan kabupaten ini sebagai contoh bagi daerah lain. Penghargaan nasional yang diraih membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat, kebijakan pendidikan dapat diimplementasikan dengan lebih efektif dan efisien.
Pendidikan gratis di Kabupaten Wonogiri merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif. Melalui program BOSDA dan seragam gratis, beban ekonomi masyarakat dapat dikurangi, sementara inovasi aplikasi MyBOSDA memastikan pengelolaan dana pendidikan yang lebih efisien dan akuntabel. Dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar serta penghargaan yang diterima menunjukkan bahwa Wonogiri berada di jalur yang benar dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan tetap berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.
