Wonogiri-Pemkab Wonogiri kembali menyabet penghargaan bergengsi. Kali ini, Pemkab Wonogiri mendapatkan penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah untuk kategori Kesejahteraan Masyarakat tingkat kabupaten fiskal rendah untuk wilayah Indonesia Barat.
Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang bekerjasama dengan Tempo Media Group dalam Malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024 di JW Marriot Hotel, Kuningan Jakarta Selatan Kamis (12/12/2024) malam. Penghargaan diberikan kepada Pemkab Wonogiri atas kinerjanya dalam bidang kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih didampingi Direktur Pemasaran Tempo Meiky Sofyansah dan diterima langsung oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.
Kepala Badan Pengembangan Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) Wonogiri Heru Utomo mengatakan pada awal Desember lalu, dia bersama Kabag Pemerintahan Setda Wonogiri Ziqma Idatya Fitha ikut mendampingi Bupati Wonogiri Joko Sutopo memenuhi undangan presentasi dari dewan juri.
Heru menerangkan, basis data yang digunakan adalah Laporan Penyelenggaraan Pemerintah (LPPD) 2023. Wonogiri diminta untuk memaparkan tiga aspek.
“Aspek itu adalah aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan aspek daya saing daerah,” ujar Heru Jumat (13/12/2024).
Dalam aspek kesejahteraan masyarakat, diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pendapatan perkapita mengalami kenaikan tiap tahun. Itu data sejak 2021-2023. Angka kemiskinan dan angka pengangguran selalu turun dalam kurun waktu tersebut dan angka pengangguran terendah se-Jawa Tengah (1,92 persen).
Pemkab Wonogiri juga punya segudang terobosan dan inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam paparan kepada juri, disampaikan sejumlah inovasi unggulan seperti Mitra Desa (DPMPTSP Wonogiri), Bumilimase (Dinas PMD Wonogiri) hingga penuntasan daerah rawan kekeringan. Belum lagi ratusan terobosan dan inovasi untuk peningkatan pelayanan publik dan daya saing.
“Dampaknya banyak. Mulai dari penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, penurunan RTLH dan lain-lain. Goal-nya menjadikan Wonogiri yang maju, mandiri dan sejahtera,” papar Heru.
Dia menuturkan, setiap dokumen perencanaan pembangunan daerah harus memuat sejumlah aspek. Diantaranya kesejahteraan masyarakat, geografis dan demografis, pelayanan publik atau umum dan terakhir aspek daya saing daerah.
“Jadi dalam penilaian apresiasi itu ada ukurannya. Semua sudah disampaikan kepada dewan juri sebelumnya,” beber dia.
Pemkab Wonogiri juga terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tak hanya di aspek kesejahteraan masyarakat, namun juga di aspek lain hingga tujuan utama Wonogiri yang maju, mandiri dan sejahtera bisa tercapai. (Admin)
