WONOGIRI_Kematian bayi di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2021 menunjukkan angka yang siginifikan yaitu 71 kasus. Dari 71 kasus tersebut, 17 kematian bayi sebesar 2% disebabkan oleh BBLR atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Sementara 54 kematian bayi baru lahir, 35% nya disebabkan oleh kondisi bayi asfiksia atau kondisi ketika kadar oksigen di dalam tubuh bayi berkurang, serta 26% akibat BBLR.
Fenomena tersebut diungkapkan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo menjadi latar belakang lahirnya strategi inovasi keperawatan yang diberi nama Kain Penyelamat Jiwa.
“Kain Penyelamat Jiwa ( KPJ) merupakan strategi inovasi keperawatan dari RSUD Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, untuk menekan angka kematian bayi,”ujarnya
Bupati mengungkapkan KPJ inovasi yang sederhana, merakyat karena bisa dimiliki dan digunakan oleh semua ibu yang baru melahirkan, selain bahannya murah dan mudah didapatkan, KPJ juga mudah dalam cara pembuatannya. Serta efektif membuat bayi menjadi lebih nyaman, tenang dan menjadikan hemodinamiknya bayi dengan BBLR lebih stabil.
“Secara fisik KPJ merupakan inovasi yang sangat sederhana, tetapi sangat efektif untuk merawat bayi dengan BBLR, terbuat dari gulungan kain bedong sejumlah 5 lembar, yang di buat seperti sarang burung ( nest ). Kemudian bayi ditidurkan di dalamnya, sehingga bayi merasa sedang di dalam pelukan ibu,”terangnya.
Bupati juga menambahkan pemanfaatan KPJ ini telah disosialisasikan melalui faskes dan posyandu kepada para ibu hamil. Dengan memanfaatkan KPJ ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan untuk mencapai derajad kesehatan masyarakat sesuai dengan SDGs no. 3.2 sebagai program pemerintah, dalam menekan angka kematian bayi menjadi 12/ KH di seluruh dunia. (admin)
