

Wonogiri_Bupati Wonogiri Joko Sutopo penuhi janji saat kampanye di Kecamatan Tirtomoyo dengan membangun jembatan Puter Kecamatan Tirtomoyo. Jembatan Puter yang terletak di Dusun Puter Desa Hargorejo Kecamatan Tirtomoyo menelan biaya pembangunan Rp. 1,9 Milyar. Jembatan Puter ini merupakan satu impian masyarakat Tirtomoyo karena selama 72 tahun belum mendapat perhatian dari pemerintah. Fungsi jembatan ini nantinya akan mampu menjadi penghubung lima desa di Tirtomoyo yaitu Desa Hargorejo, Genengrejo, Girirejo, Sidorejo dan Sukoharjo.
Di hadapan warga Kecamatan Tirtomoyo saat menggelar sarsehan dan tasyakuran pembangunan Jembatan Puter, Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan bahwa komitmen pemerintah terhadap pembangunan di Wonogiri di wujudkan melalui Panca Program, yang salah satunya adalah pembangunan jalan dan jembatan, Rabu (27/9).
“Beban jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Kabupaten Wonogiri sejauh 1.038 KM, dengan kondisi yang memprihatinkan. Mulai dari tahun pertama menjabat Bupati Wonogiri bersama pasangan Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa menempatkan program “Alus Dalane” yang telah menjadi satu prioritas dalam Panca Program dengan panjang jalan yang sudah diperbaiki sejauh 350 Km.“ tandas Bupati Wonogiri yang dikenal dengan sebutan Jekek. Lebih lanjut Jekek menjelaskan bahwa tahun 2017, telah mengalokasikan anggaran Rp. 400 milyar untuk kelanjutan program “Alus Dalane” sehingga nanti pada tahun 2018 diharapkan semua jalan dan jembatan sudah dalam kondisi baik.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa dalam menjalankan fungsi anggaran DPRD Kabupaten Wonogiri siap mendukung Panca Program Bupati Wonogiri karena terbukti berpihak kepada kepentingan masyarakat Wonogiri. “Keseriusan Bupati Wonogiri dan Wakil Bupati Wonogiri dalam membangun Wonogiri perlu mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Wonogiri sehingga kami yang ada di jajaran legislatif seiring sejalan dengan menyetujui alokasi anggaran untuk suksesnya Panca Program Bupati Wonogiri.” kata Setyo Sukarno. (kang utis)
