Wonogiri – Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyerahkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Setyo Sukarno didampingi Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga awal Agustus 2026, Kabupaten Wonogiri telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama sekitar satu setengah bulan. Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan muka air tanah yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan saat ini telah terjadi di 6 kecamatan, 17 desa, dan 68 dusun, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.415 kepala keluarga atau sekitar 10.088 jiwa.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus berupaya menghadirkan solusi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengatasi persoalan kekeringan.
“Persoalan air bersih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami terus melakukan berbagai langkah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Bupati.
Sebagai contoh, Bupati menyampaikan bahwa di Kecamatan Paranggupito saat ini cakupan sambungan rumah tangga untuk layanan air bersih telah mencapai sekitar 98 persen. Kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan anggaran distribusi sebanyak 1.045 tangki air bersih bagi wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Bupati juga memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menambah bantuan apabila kebutuhan masyarakat meningkat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Apabila nantinya kebutuhan air bersih masih kurang, Pemerintah Kabupaten Wonogiri akan segera menambah distribusi bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga terus menyiapkan solusi jangka panjang melalui optimalisasi pemanfaatan Waduk Pidekso sebagai sumber air baku. Ke depan, pasokan air dari waduk tersebut direncanakan dapat melayani wilayah Kecamatan Giriwoyo, Giritontro, hingga Paranggupito.
Saat ini, proses pembangunan infrastruktur pendukung masih berlangsung, khususnya pembangunan bak penampungan sebagai tahap awal sistem penyediaan air bersih tersebut.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat mengurangi dampak kekeringan sekaligus memberikan kepastian layanan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah selatan Wonogiri yang setiap tahun menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau. (Admin)
