WONOGIRI – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyerahkan secara langsung santunan kepada 150 anak yatim dhuafa dalam kegiatan Program Yatim Bahagia Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (14/7/2026).
Mengusung tema “Berbagi Bahagia, Mengukir Senyum Yatim Wonogiri”, program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim dhuafa sekaligus semangat berbagi di bulan Muharam. Pada kesempatan itu, BAZNAS Wonogiri menyalurkan santunan senilai Rp60 juta kepada 150 anak yatim dhuafa dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp400 ribu.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga merupakan bentuk kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab bersama untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
“Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, beribadah, serta meraih cita-cita. Yang lebih penting, mereka merasakan bahwa masih banyak masyarakat yang peduli dan hadir memberikan kasih sayang,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS.
“Kami mengajak seluruh ASN, dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. Semakin banyak yang berbagi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Wonogiri KH Ahans Mahabie menjelaskan bahwa Program Yatim Bahagia merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim dhuafa.
“Tahun 2026 ini kami menyalurkan santunan kepada 150 anak yatim dhuafa yang telah melalui proses seleksi dari kecamatan dan sekolah-sekolah, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dana santunan berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari berbagai muzaki, baik perorangan maupun lembaga. Di antaranya LAZMU, LAZMKU, Solo Peduli, BPR BKK Jateng, Lazis Safara, Baru Toserba, ATR/BPN, RS Astrini, BPS, Bakso Titoti, Apotek Kenwaras, Bank Wonogiri, BPR BKK Wonogiri, PT Wings, Eterniskin, Klinik Annisa, Agis Production, Bank Syariah Indonesia, Kantor Pos, Apotek Giri Husada, Klinik Assyifa, Realita, RM Nila Kencana, Bank Jateng Syariah, PDAM, Luwes Wonogiri, serta Bank Mandiri.
Selain Program Yatim Bahagia, BAZNAS Wonogiri secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah yang berasal dari ASN maupun para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, para muzaki, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak yatim dhuafa serta kelompok rentan lainnya yang dapat merasakan manfaat dari gerakan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semangat berbagi terus tumbuh sebagai budaya bersama dalam mewujudkan Wonogiri yang semakin sejahtera dan berkeadilan.
