KGPAA Mangkoenagoro X (Gusti Bhre) berkunjung ke Kabupaten Wonogiri untuk melaksanakan penyerahan berkah sura Mangkunegaran, yang dipusatkan di kawasan Monumen Watu Gilang Nglaroh, Selasa (14/7). Kehadiran Gusti Bhre disambut langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta jajarannya. Pada kesempatan tersebut, Gusti Bhre menyerahkan bingkisan berkah sura Mangkunegaran kepada para juru kunci dan masyarakat di sekitar situs-situs peninggalan Mangkunegaran tersebut sebagai wujud kepedulian dan penghormatan terhadap para penjaga warisan sejarah. Bupati menyampaikan apresiasi kepada Gusti Bhre atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Wonogiri.
“Kehadiran Gusti Bhre di Wonogiri menjadi berkah bagi masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi bagian penting dalam melestarikan sejarah sekaligus menguatkan kepedulian bersama agar warisan budaya tetap terjaga hingga kini,” imbuh Setyo.
Ia menambahkan, beberapa waktu sebelumnya juga telah dilaksanakan prosesi Jamasan Pusaka Mangkunegaran yang dirawat di wilayah Kabupaten Wonogiri sebagai bagian dari upaya merawat tradisi dan nilai-nilai budaya. “Meskipun tantangan dalam melestarikan tradisi dan sejarah terus berkembang, Pemkab Wonogiri bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah,” katanya.
Bupati menjelaskan, Monumen Watu Gilang Nglaroh merupakan salah satu situs bersejarah yang diyakini sebagai titik awal perjuangan Raden Mas Said melawan penjajah hingga menjadi cikal bakal berdirinya Pura Mangkunegaran. Selain Watu Gilang, Kabupaten Wonogiri juga memiliki sejumlah situs peninggalan Mangkunegaran lainnya, seperti Sendang Ijo, Keblokan, Mantenan, Karang Tengah, Gunung Wijil di Kecamatan Selogiri, serta situs bersejarah di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto.
Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti kuat bahwa ikatan sejarah antara Pura Mangkunegaran dengan masyarakat Wonogiri telah terjalin sejak lama dan terus terpelihara hingga saat ini.
