Wonogiri – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Wonogiri, Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, menegaskan pentingnya optimalisasi pelaksanaan Posyandu dengan pendekatan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai upaya memperkuat pelayanan dasar yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Optimalisasi Pelaksanaan Posyandu 6 SPM Kabupaten Wonogiri yang digelar pada Senin (22/6).
Dalam sambutannya, Sri Rahayuningsih yang akrab disapa Yayuk menyampaikan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, sehat, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kesehatan dan pelayanan dasar lainnya harus menjadi perhatian bersama sebagai modal utama menuju kesejahteraan keluarga.
“Posyandu merupakan mitra pemerintah yang memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan program prioritas yang selaras dengan program pemerintah,” ujar Yayuk.
Ia menjelaskan, peran Posyandu saat ini semakin luas seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Regulasi tersebut menempatkan Posyandu tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah pelayanan yang mendukung pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal.
Adapun enam bidang SPM yang menjadi fokus pelayanan Posyandu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta bidang sosial.
Menurut Yayuk, penguatan implementasi Posyandu enam bidang SPM merupakan langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Apalagi saat ini Ketua TP PKK juga menjabat sebagai Ketua TP Posyandu, sehingga sinergi yang terbangun diharapkan semakin kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yayuk berharap Posyandu mampu bertransformasi menjadi ruang pelayanan masyarakat yang aktif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai kebutuhan warga. Dengan peran yang semakin strategis, Posyandu diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan dasar yang terintegrasi.
Melalui kegiatan optimalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan Posyandu sebagai mitra pembangunan di tingkat akar rumput. Dengan sinergi yang solid dan dukungan seluruh elemen masyarakat, implementasi Posyandu enam bidang SPM diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Wonogiri. (Admin)
