WONOGIRI – Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) kategori masyarakat tingkat Subosukawonosraten resmi digelar di Kabupaten Wonogiri. Ajang yang mempertemukan para inovator dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri FX Pranata di Kantor Bapperida Wonogiri, Kamis (21/6).
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Wonogiri menjadi pusat berkumpulnya berbagai gagasan kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda FX Pranata menegaskan bahwa Krenova bukan sekadar kompetisi tahunan untuk mencari pemenang, melainkan sarana strategis dalam membangun budaya inovasi di daerah. Melalui ajang ini, masyarakat didorong untuk menghadirkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat luas.
“Kegiatan ini bukan hanya perlombaan seremonial, tetapi menjadi instrumen penting untuk memantik iklim inovasi di tingkat daerah. Kami ingin inovasi-inovasi yang lahir tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar membawa manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendongkrak daya saing kawasan Soloraya,” ujar FX Pranata.
Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan berbagai terobosan dan pendekatan baru. Oleh karena itu, kreativitas masyarakat perlu terus difasilitasi agar mampu melahirkan inovasi yang aplikatif, efisien, dan berkelanjutan.
Ajang Krenova menjadi wadah bagi para inovator lokal untuk mempresentasikan karya dan gagasan terbaik mereka. Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup sektor pertanian, lingkungan, teknologi tepat guna, energi, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain menjadi ruang kompetisi, Krenova juga berfungsi sebagai media pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar daerah di kawasan Subosukawonosraten. Dengan demikian, inovasi yang terbukti berhasil di suatu daerah dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah lainnya.
FX Pranata berharap melalui kegiatan ini akan lahir lebih banyak inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kita ingin membangun ekosistem inovasi yang sehat, di mana masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dapat saling berkolaborasi untuk menciptakan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Penyelenggaraan Krenova juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penggerak pembangunan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, inovasi diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Melalui Krenova Subosukawonosraten 2026, berbagai ide dan karya kreatif yang lahir diharapkan tidak hanya menjadi prestasi dalam perlombaan, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing kawasan Soloraya di masa depan. (Admin)
