WONOGIRI – Semangat kebersamaan dan persatuan menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri yang dipadukan dengan Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Rabu (20/5).
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa tema Hari Jadi Kabupaten Wonogiri tahun 2026, “Manunggal Sedya”, merupakan simbol kemanunggalan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama membangun daerah.
“Refleksi perjuangan masa lalu menjadi pedoman untuk meneruskan langkah ke depan,” ujar Setyo Sukarno di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, tema tersebut terinspirasi dari semangat perjuangan Raden Mas Said atau KGPAA Mangkunegara I yang memulai perjuangannya dari Bumi Nglaroh, Kecamatan Selogiri. Semangat perjuangan yang dikenal dengan filosofi “Tiji Tibeh” itu menjadi landasan kuat lahirnya Kabupaten Wonogiri 285 tahun silam.
Setyo menjelaskan, nilai-nilai perjuangan tersebut masih relevan hingga saat ini sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, Wonogiri terus berkembang menjadi daerah yang semakin berdaya saing, maju, dan sejahtera.
“Semangat Manunggal Sedya mengajarkan bahwa pembangunan hanya dapat berhasil apabila seluruh elemen masyarakat bersatu dan bergerak bersama demi kepentingan daerah,” katanya.
Momentum Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang mengusung tema “Menjaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menyoroti pentingnya perlindungan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pemerintah, lanjut Setyo, memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman, termasuk melalui penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS yang mengatur akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga meluncurkan inovasi layanan publik berupa kanal pengaduan dan komunikasi resmi bernama HALOKAKAK.
Kanal tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat, satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun wali murid dalam menyampaikan pengaduan, konsultasi, permohonan informasi, hingga laporan terkait layanan pendidikan dan kebudayaan.
Melalui sistem yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp, masyarakat dapat mengakses layanan secara cepat dan mudah. Ketika tautan layanan dibuka, pengguna akan langsung diarahkan ke nomor pengaduan resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.
Pengguna dapat mengirimkan pesan teks, foto, dokumen pendukung, maupun informasi lain yang relevan sehingga setiap laporan dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti sesuai bidang layanan terkait.
Peluncuran HALOKAKAK menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap semangat “Manunggal Sedya” tidak hanya menjadi slogan perayaan, tetapi juga menjadi energi kolektif seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama mewujudkan Wonogiri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (admin)
