WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengukuhkan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di 25 kecamatan se-Kabupaten Wonogiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Senin (18/5), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
Pengukuhan Kencana yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri tersebut menjadi upaya memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis wilayah sekaligus membangun sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana.
“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya bertumpu pada aparatur negara semata, melainkan butuh keterlibatan aktif masyarakat,” tegas Setyo Sukarno.
Ia menginstruksikan seluruh camat untuk bergerak cepat menjalin kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, unsur relawan, dan masyarakat guna memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Selain itu, para camat juga diminta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial sebagai modal utama dalam penanganan kebencanaan.
Kencana dibentuk sebagai simpul koordinasi di tingkat kecamatan yang berfungsi menjembatani pergerakan relawan kemanusiaan dengan otoritas pemerintahan. Kehadirannya melengkapi program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sebelumnya telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonogiri.
Dengan adanya Kencana, koordinasi saat terjadi bencana diharapkan menjadi lebih cepat, terarah, dan efektif. Kecamatan akan memiliki peran strategis dalam memetakan potensi risiko, mengoordinasikan sumber daya, mempercepat respons darurat, hingga mengoptimalkan upaya pemulihan pascabencana.
Pembentukan Kencana dinilai sangat penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Wonogiri yang didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan karst. Karakteristik wilayah tersebut menjadikan Wonogiri rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, angin kencang, banjir lokal, hingga kekeringan ekstrem.
Kerawanan tersebut tercermin dari data yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat telah terjadi 186 kejadian bencana alam di Kabupaten Wonogiri dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp3,46 miliar.
Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat wilayah. Melalui Kencana, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap budaya sadar bencana semakin tertanam di tengah masyarakat sehingga mampu meminimalkan risiko, korban jiwa, maupun kerugian akibat bencana.
Peluncuran Kencana yang diintegrasikan dengan peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri juga menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan, tetapi juga dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana. Dengan kolaborasi seluruh elemen, Kencana diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Wonogiri yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang. (Admin)
