Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk kembali meningkatkan kinerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Demikian disampaikan pada apel pagi di hari pertama kerja pasca Idul Fitri di halaman Kantor Bupati, Rabu (26/3). Apel diikuti Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Staf Ahli Bupati, Sekda FX Pranata bersama para Asisten Sekda, Pimpinan OPD, para Kabag, beserta karyawan dari dinas serta instansi terkait. Bupati menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran.
Bupati mengajak seluruh yang hadir dalam momentum Idul Fitri ini untuk membangun kembali harmonisasi dan sinergitas, demi kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai perangkat pemerintahan di Kabupaten Wonogiri. ”Untuk mewujudkan Kabupaten Wonogiri yang semakin baik, Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera dan berkelanjutan,” ajak Bupati.
Ada beberapa hal yang ditekankan Bupati terkait dengan kondisi aktual yang ada saat sekarang ini. Baik agenda yang ada dalam pemerintahan dan masyarakat, yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pertama, setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan handai taulan, ia mengajak semuanya untuk kembali aktif melaksanakan kewajiban sebagai perangkat negara sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan semangat baru. Kedua, memasuki tahun kedua masa jabatan selaku Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri periode 2025-2030, dirinya mengharapkan dukungan dari segenap aparatur pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan, dan memberikan pelayanan sesuai bidang tugas masing-masing.
Ketiga, Setyo mengajak untuk memperkuat prinsip birokrasi yang melayani, birokrasi yang peduli terhadap kebutuhan dan situasi dan kondisi dalam masyarakat, melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Antara lain melalui transformasi digital, penyederhanaan struktur, serta tata kelola yang akan menjadikan birokrasi semakin lincah, bersih dan akuntabel. Usai apel, diteruskan acara halalbihalal dengan jabat tangan secara berurutan sambung-menyambung, sebagai pertanda saling memaafkan. “Penting membangun kembali semangat kerja, sinergi, dan harmonisasi dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Setyo.
