Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak masyarakat untuk mengutamakan konsumsi pangan bergizi sekaligus menghentikan perilaku boros pangan yang dinilai menjadi salah satu penyumbang utama meningkatnya volume sampah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sekaligus halalbihalal Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (6/4). Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan bahwa pola konsumsi masyarakat harus mulai diarahkan pada pemenuhan gizi seimbang, bukan sekadar mengikuti gaya hidup berlebihan.
Menurutnya, perilaku boros pangan kerap mencerminkan gaya hidup hedonis, di mana konsumsi dilakukan bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan demi kesan mewah. Hal ini, lanjutnya, dapat ditekan melalui pengelolaan keuangan keluarga yang lebih bijak dan terencana.
“Belanja bahan pangan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pilih yang bergizi, tidak harus mahal. Yang terpenting adalah cukup dan seimbang untuk keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya bahan pangan. Upaya ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga. Gerakan ini juga sejalan dengan upaya membangun kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara TP PKK Kabupaten Wonogiri dengan Badan Narkotika Nasional Kota Surakarta terkait penguatan keluarga dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Bupati menegaskan bahwa peran ibu dalam keluarga sangat penting, tidak hanya dalam memastikan kecukupan gizi, tetapi juga dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Pengawasan terhadap pendidikan dan pergaulan anak dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang saat ini mulai menyasar generasi muda.
“Ibu-ibu harus aktif memantau anak-anaknya, baik di lingkungan rumah maupun di luar. Pastikan mereka tidak terpengaruh hal-hal negatif yang dilarang oleh agama maupun negara,” tegasnya.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap gerakan Stop Boros Pangan dan penguatan ketahanan keluarga dapat berjalan beriringan, demi menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
