Wonogiri — Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Upacara berlangsung khidmat di halaman rumah dinas Bupati pada Rabu (1/10), dengan tata urutan acara yang mengacu pada ketentuan resmi pemerintah pusat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penghormatan umum kepada inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta ikrar kebangsaan. Puncak acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penguatan spiritualitas bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf. Suwandi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Tjut Zelvira Nofani, serta Sekretaris Daerah FX Pranata. Hadir pula jajaran asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pelajar sebagai representasi generasi penerus bangsa.
Momentum ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah dinamika sosial politik serta derasnya arus globalisasi. Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam membangun bangsa yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 di Wonogiri berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Kehadiran lintas unsur, mulai dari pejabat daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga pelajar, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Dengan terselenggaranya upacara ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap agar seluruh lapisan masyarakat semakin memahami makna penting Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Peringatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ideologi bangsa dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air pada generasi muda.
