Wonogiri — Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menggencarkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini resmi dimulai dengan launching dan lomba siskamling tingkat kabupaten yang dipusatkan di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri, Senin (29/9).
Launching ditandai dengan pemukulan kentongan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wonogiri. Simbol tersebut menandai kebangkitan kembali budaya menjaga keamanan lingkungan secara gotong royong, yang telah lama menjadi tradisi masyarakat desa maupun perkotaan.
Lomba Siskamling Se-Kabupaten
Agenda lomba siskamling akan berlangsung mulai 29 September hingga 28 Oktober 2025, melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mendorong agar kegiatan siskamling di seluruh daerah kembali aktif.
Selain sebagai wahana kompetisi, lomba siskamling juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Stabilitas Keamanan, Modal Pembangunan
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan siskamling merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.
“Situasi aman dan tertib adalah dambaan kita bersama. Saya berharap lomba ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk generasi muda, untuk aktif menjaga lingkungan,” ujar Bupati Setyo.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan bukan hanya pelengkap, melainkan kebutuhan pokok. Lingkungan yang aman akan memberi rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong kelancaran pembangunan di berbagai sektor.
Aspek Penilaian dan Keberlanjutan
Bupati Setyo menambahkan, lomba siskamling akan menilai sejumlah aspek penting, baik secara kelembagaan, kelengkapan sarana dan prasarana, administrasi, partisipasi masyarakat, hingga inovasi dan kreasi warga. Lebih dari sekadar lomba, keberlanjutan kegiatan siskamling dan dampak positifnya bagi masyarakat menjadi poin utama yang ditekankan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua. Siskamling adalah bentuk nyata partisipasi langsung warga dalam menjaga lingkungannya,” tegasnya.
Apresiasi kepada Semua Pihak
Dalam kesempatan itu, Bupati Setyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba siskamling. Unsur TNI-Polri, perangkat daerah, hingga masyarakat dinilai memiliki peran vital dalam memastikan keberhasilan kegiatan ini.
“Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan kepada semua pihak yang mendukung. Semoga kesadaran menciptakan lingkungan yang aman dapat tumbuh dan menjadi budaya bersama masyarakat Wonogiri,” tutupnya.
Siskamling, Kearifan Lokal yang Relevan
Kegiatan siskamling telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Indonesia sejak lama. Dengan gotong royong, warga menjaga keamanan lingkungannya melalui ronda malam, kentongan, hingga pos jaga. Dalam konteks sekarang, tradisi ini tidak hanya relevan untuk menjaga keamanan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
Melalui lomba siskamling yang digelar sebulan penuh ini, diharapkan setiap kecamatan mampu menumbuhkan kembali semangat gotong royong sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, siskamling bukan hanya rutinitas, tetapi gerakan bersama yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat Wonogiri.
