Wonogiri-Sebanyak 43 atlet pelajar dari Kabupaten Wonogiri resmi diberangkatkan untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) jenjang SMA/SMK/MA tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Pelepasan kontingen berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri dan dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, didampingi Sekretaris Daerah FX Pranata.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menyampaikan harapan besar agar para atlet dapat mengharumkan nama Wonogiri di ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut. “Teriring harapan besar bahwa kesuksesan akan senantiasa berpihak pada seluruh atlet dari Wonogiri, untuk meraih prestasi terbaik pada tiap cabang olahraga yang diikuti,” ujarnya.
Kontingen Wonogiri akan mengikuti 10 cabang olahraga (cabor), yaitu atletik, bulutangkis, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, taekwondo, tenis lapangan, dan wushu. Para atlet muda berbakat ini akan berlaga di POPDA Jateng 2025 mulai tanggal 16 hingga 19 Juni, didampingi oleh 21 pelatih yang telah menyiapkan strategi dan pembinaan intensif.
Pelepasan ini menjadi simbol semangat dan optimisme Pemkab Wonogiri dalam mendorong kemajuan olahraga pelajar. Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga menunjukkan dukungan nyata melalui pemberian bonus pembinaan bagi atlet yang berhasil meraih medali.
Sebagai bentuk apresiasi, atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp 1,5 juta, medali perak Rp 1 juta, dan medali perunggu Rp 750 ribu. Diharapkan insentif ini dapat menambah semangat juang para atlet untuk tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Pembinaan olahraga membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari pihak swasta dan masyarakat. Potensi atlet muda Wonogiri sangat besar, namun harus didukung dengan tata kelola pembinaan yang profesional dan berkelanjutan,” tambah Bupati Setyo Sukarno.
Keikutsertaan dalam POPDA ini menjadi ajang penting bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat serta pengalaman bertanding di level provinsi. Pemkab Wonogiri berkomitmen terus mendorong pembinaan olahraga usia dini guna mencetak atlet unggulan di masa depan.
